(Selesai satu film, duduk di udara dengan satu gelas minuman rasa apel dan beberapa lagu lawas chrisye. Kok mendadak melankolis ya.)

Ke negara yang pernah menjajah negara sendiri, mau apa? Mau bawa oleh – oleh dong.

Delapan hari di negara Nippon, berat sekali bawaanku dari sana. Oleh-oleh atau pakaian kotor? Tentu lebih dari itu.

Rasa pegal tertinggal di dua kaki yang dibawa hingga rumah nanti itu sudah pasti. Yang istimewa adalah inspirasi untuk menambah semangat diri dalam hidup. Janganlah jauh-jauh ke teknologi dan digitalisasi yang ada di sana. Tetapi bukan juga cuma sekedar sejuknya udara, rapinya tata kota dan indahnya bunga pada musim semi.
Delapan kali 24jam bertemu dengan para pembaca buku dalam kereta, ikut belajar terseok seok berbaris rapi dalam mengantri, memahami arti mengecilkan suara agar orang lain tidak merasa terganggu, melihat sosok yang selalu sungguh-sungguh saat bekerja, ditolong oleh para penolong yang tulus padahal hanya bertemu di jalan, itu kurang lebih inspirasi berat yang terbawa, semoga sampai dengan selamat dan awet langgeng menjelma di diri ini.

Dan yang pastinya semoga perjalanan liburan lalu menambah ketakwaan pada Allah.

(dari atas awan Tokyo ke atas awan Jakarta)

Posted in